Refleksi kritis Tentang Peran Jurnalis di Kampus

Author : Master Admin in Info Kampus

Info Kampus

Peran jurnalis kampus kerap dipandang sederhana, padahal keberadaan mereka sangat penting dalam menjaga arus informasi, memperkuat budaya literasi, dan menjadi jembatan komunikasi antara mahasiswa, organisasi, dan pihak kampus. 

Di tengah padatnya tuntutan akademik, aktivitas organisasi, serta dinamika kehidupan mahasiswa, jurnalis kampus tetap bisa menghadirkan informasi yang objektif, mendidik, dan relevan bagi komunitas kampus.

Dosen Universitas Langlangbuana, Bapak Dudi Yudhakusuma, S.IP., M.I.Kom  menilai bahwa jurnalis kampus memiliki fungsi strategis dalam membentuk lingkungan yang kritis dan transparan. Menurutnya, jurnalis kampus bukan hanya pencatat kegiatan, tetapi pengamat yang mampu menangkap fenomena yang terjadi di balik layar. “Jurnalis kampus itu berada di garis depan untuk membangun budaya intelektual. Mereka merekam peristiwa, menyuarakan aspirasi, dan mengangkat isu yang kadang tidak terlihat. Itu peran penting yang tidak boleh diremehkan,” jelas Pak Dudi.

Beliau menambahkan bahwa tantangan terbesar jurnalis kampus adalah menjaga keberanian dan objektivitas dalam lingkungan yang serba dekat. Karena berinteraksi langsung dengan teman, dosen, hingga organisasi yang diliput, tidak jarang jurnalis merasa sungkan atau tertekan untuk menyampaikan isu sensitif. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan jurnalistik tidak hanya soal teknis menulis, tetapi juga integritas dan kepekaan sosial.

Dari perspektif alumni Sarjana Ilmu Komunikasi , Kang Septian, yang pernah aktif di dunia jurnalistik kampus, mengungkapkan bahwa pengalaman menjadi jurnalis membantunya melatih keberanian, berpikir kritis, dan memahami dinamika kampus secara lebih mendalam.

“Jurnalis kampus itu belajar banyak hal, observasi, analisis, komunikasi, bahkan manajemen waktu. Tantangannya itu nyata, terutama ketika harus objektif padahal kita berada di lingkup yang sama dengan narasumber,” ujarnya. Kang Septian juga menambahkan bahwa jurnalis kampus sering bekerja di balik layar dengan fasilitas yang sangat terbatas, mulai dari peralatan sederhana hingga tidak adanya ruang redaksi tetap. Padahal menurutnya, jurnalis kampus bisa menjadi wadah pembentukan karakter mahasiswa jika mendapatkan dukungan yang memadai.

Dari sisi mahasiswa  aktif prodi akuntansi, Nadia mengakui bahwa menjadi jurnalis kampus memberikan tantangan sekaligus pelajaran berharga. Tumpukan deadline, jadwal kuliah yang padat, hingga ekspektasi organisasi sering kali memengaruhi proses kerja mereka.“Kadang orang lihat jurnalis kampus cuma datang, foto, terus pulang. Padahal prosesnya panjang. Kita harus nyusun narasi, memastikan informasi akurat, dan tetap netral meskipun kenal dekat dengan narasumber,” ungkap Nadia.
Ia juga menilai bahwa dukungan kampus masih perlu ditingkatkan. 

Pelatihan  jurnalistik yang berkelanjutan, mentoring dengan praktisi media, serta akses informasi yang lebih terbuka akan sangat membantu pers kampus berkembang secara profesional. Menurut Nadia, jurnalis kampus bukan hanya dokumentator kegiatan, tetapi juga penyampai aspirasi serta penguat identitas intelektual mahasiswa.

Tanpa adanya dukungan nyata dari pihak kampus, peran jurnalis kampus akan terus dipandang sebelah mata. Padahal, keberadaan mereka menjadi fondasi penting bagi terciptanya lingkungan kampus yang informatif, transparan, dan kritis. Jurnalis kampus membantu menjaga keseimbangan antara kehidupan akademik dan sosial dengan menghadirkan ruang refleksi bagi seluruh civitas akademika.

Dengan adanya dukungan dari dosen, kampus, alumni, dan mahasiswa sendiri, jurnalis kampus diharapkan mampu berkembang secara profesional dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perkembangan dunia pendidikan. Pada akhirnya, jurnalisme bukan hanya tentang memberitakan peristiwa, tetapi juga tentang membangun budaya berpikir kritis dan keberanian untuk menyuarakan kebenaran.

Reporter : Aliya, Ashifa
Penulis :  Monalisa
Desain : Adinda

==========
Narahubung, 
Humas LPM Momentum : +62 813-2531-8268(Safira)
Website : persmomentum.com
YouTube : LPM Momentum 
Instagram : @lpm.momentum.unla

Kembali ke Berita