Perkuliahan Daring pada Kelas Reguler, Efektivitas Dipertanyakan

Author : Master Admin in Info Kampus

Info Kampus

Perkembangan sistem pembelajaran di perguruan tinggi pasca pandemi, membawa perubahan signifikan terhadap pelaksanaan perkuliahan. Kelas reguler yang semestinya berfokus pada pembelajaran tatap muka kini tidak sepenuhnya berjalan sesuai harapan. Ketidaksesuaian ini menunjukkan adanya pergeseran fungsi kelas reguler yang berdampak langsung pada kualitas proses belajar mengajar serta pengalaman akademik mahasiswa.

Salah satu mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan angkatan 2023 menilai perkuliahan daring kurang efektif. “Untuk perkuliahan online itu beberapa mata kuliah kurang efektif, apalagi ada mata kuliah yang perlu pembenahan lebih untuk paham materi. Apalagi mata kuliah statistik atau metode penelitian itu kurang efektif jika dilakukan secara daring” ujarnya

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik angkatan 2024 juga merasakan perbedaan yang signifikan antara pembelajaran daring dan luring. “Perbedaan antara online sama offline itu dari kalau ketemu kita fokus dengan materi sedangkan
online banyak juga sambil tidur juga kan jadi kurang efektif juga dan signifikan juga
perbedaannya,” ucapnya.

Pelaksanaan pembelajaran daring terkadang tidak dapat dihindari karena  keterbatasan ruang kelas atau dosen yang berada di luar kota. Mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2025 mengatakan selama satu semester pembelajaran kelas reguler lebih sering dilaksanakan secara daring. “Ga dihitung sih kalo online daringnya tapi ada beberapa mata kuliah tuh yang full online karena dosen nya tinggal diluar kota misalkan kalo bisa dipersentasekan mungkin 50%,” ujarnya.

Kondisi ini pada akhirnya berpengaruh terhadap hasil akademik yang diperoleh. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis angkatan 2023 mengatakan agar dosen dapat menyesuaikan penilaian berdasarkan tingkat pemahaman materi, bukan sekedar keaktifan formal. “Mungkin kalau misalkan nilai sih lebih ke sesuai aja dengan materinya yang dipahami dan juga terkendala aktivitas lain mahasiswa wajib on cam jadi dosen tau apakah mahasiswa ini paham atau tidak,” ucapnya.

Dalam proses pembelajaran, metode yang digunakan sangat mempengaruhi pemahaman materi. Baik tatap muka maupun daring, masing-masing memiliki kelebihan dalam mendukung diskusi. Salah satu mahasiswa Fakultas Teknik angkatan 2024 menilai, “Kalo menurut aku sih ya kalo kitanya tatap muka mau berdiskusi sama dosen pun bisa lebih enak gitu. Bisa dijelaskan secara langsung. Kalo engga mengerti juga bisa nanya ke temen” ucapnya.

Sebagian besar mahasiswa menilai pembelajaran daring kurang optimal, terutama untuk mata kuliah yang membutuhkan pemahaman mendalam. Minimnya interaksi langsung, keterbatasan ruang diskusi, serta hambatan teknis seperti koneksi internet menjadi faktor utama yang menurunkan efektivitas pembelajaran. Selain itu, kondisi belajar yang tidak terkontrol membuat banyak mahasiswa kurang fokus, sehingga materi tidak terserap secara alami.

Pandangan ini sejalan dengan dosen Fakultas Hukum, Dini Ramdania S.H., M.H., yang menegaskan bahwa pembelajaran reguler lebih efektif dilakukan secara luring karena membangun interaksi antara dosen dan mahasiswa. “Dominan luring kalo reguler. Kenapa luring? perkuliahan itu ya memang harusnya luring. Karena dengan kuliah luring itu nanti ada bonding antara dosen dengan mahasiswa. Kan jadi kenal ya? kalo daring kenal tidak sama dosennya? Engga. Kadang apa yang ada di layar kan beda sama kenyataannya. Tidak akan kenal, bondingnya tidak menghilang nanti kan seperti itu. Makanya kelas reguler itu wajib luring” paparnya.

Fenomena ini menunjukan bahwa implementasi kelas reguler masih belum konsisten dengan konsep pembelajaran tatap muka yang seharusnya menjadi dasar utamanya. Dominasi pembelajaran daring tidak hanya menurunkan efektivitas, tetapi
juga berdampak pada penurunan efektivitas, motivasi, serta hasil belajar mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi kebijakan secara menyeluruh agar pelaksanaan kelas reguler kembali pada fungsinya, dengan mengutamakan
pembelajaran luring yang interaktif serta didukung fasilitas yang memadai.

Sumber:
https://share.google/v99iKlJt1PhwgEGew
https://www.cemarajournal.com/journal/index.php/ces/article/view/80

CP : Fadila Aulia Irawan, Desty Apriyani
Reporter : Dini Amalia, Rizky Dwi, Tesa Alifiya

==========
Narahubung, 
Humas LPM Momentum : +62 813-2531-8268 (Safira)
Website : persmomentum.com
YouTube : LPM Momentum 
Instagram : @lpm.momentum.unla

Kembali ke Berita